Kemenperin Incar 2.000 Pelaku Industri Kreatif di Tahun 2020

09 Apr 2020
Image
Ukuran Font
Liputan6.com. Jakarta. Kementerian Perindustrian membidik 2.000 pelaku industri kreatif lahir tahun ini sebagai bentuk keseriusan dalam memacu penumbuhan pelaku industri kreatif Tanah Air, yang dinilai mampu memberikan kontribusi yang signfikan terhadap perekonomian nasional.“Sasaran itu kami wujudkan secara konkret melalui peran Balai Diklat Industri (BDI) di Denpasar, Bali, yang fokus mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri kreatif dengan spesialisasi animasi, kerajinan, dan barang seni,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, seperti dikutip dari Antara, Jumat (3/1/2019). Menperin menjelaskan, pemerintah saat ini sedang memprioritaskan program peningkatan kualitas SDM, termasuk di sektor industri. Ini menjadi potensi untuk mewujudkan visi Indonesia Maju.“Jadi, kami terus menciptakan SDM industri yang terampil dan kreatif. Misalnya, kami bantu dengan kegiatan pelatihan desain dan penggunaan teknologi modern, sehingga mereka lebih produktif dan inovatif,” katanya. pada 2020, Kemenperin menargetkan sebanyak 2.000 pelaku industri kreatif bisa tumbuh melalui Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja) di BDI Denpasar.Mereka antara lain merupakan hasil lulusan pelatihan di bidang animasi, programming, desain grafis, game, dan kerajinan. Agus menambahkan, melalui BDI Denpasar, pihaknya optimistis mampu menelurkan perusahaan rintisan (startup) di berbagai sektor.“Karena di sini sudah terbangun ekosistem inovasi. Jadi, ada terobosan ide yang luar biasa, seperti terciptanya jenis aplikasi yang membantu pelayanan kesehatan dengan mendatangkan dokter ke rumah untuk memeriksa pasien. Selain itu, ada yang mendukung sektor pariwisata,” tuturnya. Melihat berbagai produk industri kreatif yang dipamerkan di BDI Denpasar, Menteri AGK memberikan apresiasi kepada para peserta diklat. Sebab, mereka menciptakan produk industri kreatif yang dinilai bisa menembus pasar ekspor. “Contohnya produk fesyen, perhiasan dan kerajinan keramik. Para peserta diklat ini bisa meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal. Oleh karena itu, kami akan terus melakukan pendampingan desain agar lebih berdaya saing,” tegasnya.
Kontribusi Industri Kreatif
Sepanjang 2018, industri kreatif mampu berkontribusi cukup signfikan terhadap PDB nasional, yang diproyeksi menembus Rp1.000 triliun. Adapun tiga subsektor yang memberikan sumbangsih besar terhadap ekonomi kreatif tersebut, yakni industri kuliner sebesar 41,69 persen, disusul industri fesyen (18,15 persen), dan industri kriya (15,70 persen).
 
Sumber : Liputan6.com (Jakarta)
Bagikan
Artikel Lainnya
Produk Rekomendasi