RI Target 10 Besar Ekonomi Dunia Kemenperin Genjot Industri Kreatif

09 Apr 2020
Image
Ukuran Font
Liputan6.com. Denpasar. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih menjelaskan jika pemerintah memiliki target masuk sepuluh besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030. Hal itu dikatakan Gati di sela 'Sosialisasi Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019' di Sanur, Denpassr, Bali. Pada acara yang mengambil tema 'Indoneasian Design Goes Global' itu ia mengatakan, target tersebut realistis lantaran Indonesia memiliki potensi untuk menjadi poros kekuatan ekonomi baru dunia. "Tahun 2030 kita ingin menjadi negara sepuluh ekonomi terbesar di dunia, tepatnya posisi keempat setelah Jepang, China, Korea," kata Gati, Sabtu (24/8/2019). Salah satu tolok ukur menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia adalah GDP, income per-kapita dan daya saing dalam kerangka itu, Gati menjelaskan jika institusinya tengah gencar menggenjot industri kreatif sebagai penopang perekonomian nasional. Data tahun 2016, industri kreatif dalam negeri menyumbang Rp922,59 triliun dengan kontribusi terbesar terdapat pada sub sektor kuliner, fashion dan kerajinan."Kendala kita memang daya saing. Maka, melalui event ini kita tengah mendorong agar desainer bekerjasama dengan industri untuk membuat produk yang disukai pasar, murah dan fungsinya jelas," ujarnya. Lomba ini sendiri diperuntukkan bagi industri kecil dan menengah. Ia berharap kepesertaan mencapai 250 orang. Saat ini baru 120 orang yang mendaftar. Event ini sendiri memiliki enam kategori di antaranya kriya, furniture, perhiasan dan fashion. "Yang paling penting industri yang harus digalakkan untuk mencapai target pemerintah pada tahun 2030. Industri itu mootor penggerak ekonomi. Maka, desain itu yang paling penting untuk mendongkrak daya saing. Daya saing itu inovasi dan kreativitas," jelasnya.
Sumber : Liputan6.com (Denpasar)
Bagikan
Artikel Lainnya
Produk Rekomendasi