Pengembangan Industri Kreatif Bantu Ekonomi Daerah
Liputan6.com, Jakarta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM). Sebab kemajuan sektor industri ini akan berdampak pada ‎ekonomi di sekitarnya, termasuk pada sektor pariwisata. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam pembukaan Pameran Shoes & Leather Goods Vaganza 2016 di Plaza Industri, Gedung Kemenperin. Gati mengungkapkan, kemajuan sebuah sektor industri, bukan hanya berdampak pada pelaku usaha tapi juga pada lingkungan sekitarnya. Industri kreatif yang maju, akan menjadikan sebuah kota atau daerah berkembang menjadi sumber destinasi pariwisata."Berbagai inovasi dan kreativitas yang dihasilkan para pelaku industri kreatif memerlukan wadah untuk mengekspresikan karyanya," ujar dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (20/12/2016). Gati mengungkapkan, dalam rangka mengoptimalkan potensi IKM, pihaknya telah melakukan berbagai upaya, salah satunya melalui program e-Smart‎ IKM. Program ini menjadi virtual sentra IKM, mediator IKM dengan e-commerce dan menjadikan branding IKM yang dintegrasikan dengan marketplace dan e-commerce yang ada."Ide dasar e-Smart IKM berasal dari keprihatinan akan maraknya produk-produk impor yang beredar, baik di marketplace maupun e-commerce," kata dia. Selain itu, Kemenperin juga mendorong pengembangan IKM melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan industri. Program ini memberikan potongan harga sebesar 45 persen bagi IKM yang melakukan pembelian mesin dan peralatan industri yang diproduksi di dalam negeri. (Dny/Gdn)
Sumber : Liputan6.com (Jakarta)
Dampak Corona, Bandara Sepinggan hanya Beroperasi 06.00 hingga 18.00 WITA
Bisnis.com, BALIKPAPAN - Pandemi Covid-19 atau Virus Corona membuat Pemerintah Kota Balikpapan membatasi pergerakan orang untuk menekan jumlah penyebaran. Transportasi udara pun diperketat. Farid Indra Nugraha, General Manager Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan (SAMSS) Balikpapan, mengatakan bahwa pengelola mengurangi jam operasional. Ini berlaku mulai hari ini, Kamis 9 April 2020 hingga 29 Mei 2020. “Tidak ada penerbangan di malam. Ada perubahan jam operasional mulai pukul 06.00-18.00 WITA,” katanya saat dihubungi, Kamis (09/04/2020) Sebelumnya, SAMSS beraktivitas selama 17 jam dari 06.00-23.00 WITA. Farid menjelaskan bahwa maskapai menyesuaikan waktu tersebut. Dia juga mengimbau agar penumpang diinformasikan jika ada perubahan penerbangan. “Bukan dikurangi, Airlines memindahkan ke jam sebelum ditutup,” jelasnya.Berdasarkan laporan yang sudah diaudit, SAMSS pada 2019 mengalami kerugian mencapai Rp55 miliar. Padahal targetnya harus untung Rp110 miliar. Sementara itu hasil rekapitulasi data pergerakan sepanjang tahun 2020 hingga 31 Maret 2020 semua sektor mengalami penurunan. Total pesawat datang dan pergi 13.396 penerbangan. Realisasi tersebut turun 5,5 persen dibandingkan 2019 sebesar 14.341. Untuk penumpang sebanyak 1.199.686 atau turun 10,2 persen dibandingkan tahun 2019 yang berjumlah 1.348.935. Dari sisi kargo juga sama. Turun 20,3 persen sebesar 9.500.887 dari 11.982.833 pengiriman.
Sumber : Kalimantan.Bisnis.com
RI Target 10 Besar Ekonomi Dunia Kemenperin Genjot Industri Kreatif
Liputan6.com. Denpasar. Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih menjelaskan jika pemerintah memiliki target masuk sepuluh besar ekonomi terkuat di dunia pada tahun 2030. Hal itu dikatakan Gati di sela 'Sosialisasi Indonesia Good Design Selection (IGDS) 2019' di Sanur, Denpassr, Bali. Pada acara yang mengambil tema 'Indoneasian Design Goes Global' itu ia mengatakan, target tersebut realistis lantaran Indonesia memiliki potensi untuk menjadi poros kekuatan ekonomi baru dunia. "Tahun 2030 kita ingin menjadi negara sepuluh ekonomi terbesar di dunia, tepatnya posisi keempat setelah Jepang, China, Korea," kata Gati, Sabtu (24/8/2019). Salah satu tolok ukur menjadi negara dengan kekuatan ekonomi besar dunia adalah GDP, income per-kapita dan daya saing dalam kerangka itu, Gati menjelaskan jika institusinya tengah gencar menggenjot industri kreatif sebagai penopang perekonomian nasional. Data tahun 2016, industri kreatif dalam negeri menyumbang Rp922,59 triliun dengan kontribusi terbesar terdapat pada sub sektor kuliner, fashion dan kerajinan."Kendala kita memang daya saing. Maka, melalui event ini kita tengah mendorong agar desainer bekerjasama dengan industri untuk membuat produk yang disukai pasar, murah dan fungsinya jelas," ujarnya. Lomba ini sendiri diperuntukkan bagi industri kecil dan menengah. Ia berharap kepesertaan mencapai 250 orang. Saat ini baru 120 orang yang mendaftar. Event ini sendiri memiliki enam kategori di antaranya kriya, furniture, perhiasan dan fashion. "Yang paling penting industri yang harus digalakkan untuk mencapai target pemerintah pada tahun 2030. Industri itu mootor penggerak ekonomi. Maka, desain itu yang paling penting untuk mendongkrak daya saing. Daya saing itu inovasi dan kreativitas," jelasnya.
Sumber : Liputan6.com (Denpasar)